Festival Film Anak (FFA)

Festival Film Anak (FFA) Indonesia merupakan perhelatan akbar tahunan yang mengapresiasi karya anak-anak Indonesia untuk film fiksi dan dokumenter. Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) bekerjasama dengan berbagai pihak sejak tahun 2008 secara konsisten terus menyelenggarakan even ini. Sampai dengan tahun 2013, terdata sekitar 120 film karya komunitas film anak dari Aceh sampai Jawa Timur berkompetisi pada ajang ini. Anak-anak Indonesia tidak perlu menjadi Superman, tetapi harus didorong untuk bisa menjadi Superteam.

Sekretariat FFA Indonesia

Selasa, 08 Januari 2013



Gebyar Penganugrahan Festival Film Anak 2012

Suasana hari Sabtu yang biasanya sepi di lingkungan Radio Republik Indonesia (RRI) jalan Gatot Subroto Medan saat itu berubah total. Pagelaran musik di pelataran depan membuat beberapa pengendara berhenti. Belum lagi sekitar 250 orang tamu masuk dan memadati gedung serbaguna radio milik negara tersebut. Ratusan anak yang berusia di bawah 18 tahun bercampur dengan tamu-tamu dewasa dalam acara Penganugrahan Festival Film Anak 2012 (15/12).

Festival Film Anak, atau yang lebih dikenal dengan FFA merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) bekerjasama dengan berbagai kalangan sineas film seperti Sineas Film Dokumentary (SFD) dan Opieque Pictures dan sineas lainnya. Selain itu tahun ini keterlibatan Kinder Not Hilfe (KNH), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana serta Pemerintah Kota Medan, juga RRI Medan sebagai media partner  sangat membantu.

Sebagai rangkaian kegiatan penganugrahan tersebut, penyelenggara juga menghadirkan hiburan tari persembahan anak-anak, nyanyian, modren dan sufle dance, serta music bigbox. Setelah pembukaan secara resmi dilakukan oleh ibu drg. Usma Polita Nasution M.kes sebagai perwakilan Walikota Medan, Master of Ceremony (MC) yang dibawakan oleh Uya dan Intan pun langsung menyampaikan nominasi insan dan film terbaik kategori dokumenter FFA 2012.

Suara para peserta dan tamu membahana saat mengapresiasi film yang tampil dalam trailer. Untuk insan  sutradara terbaik kategori film dokumenter dimenangkan oleh Rangga Setiawan dalam film Kota Harapan produksi Fila Komunitas, editor terbaik Ayril dalam film Dimana? produksi Medan Magnet dan penulis cerita terbaik oleh Mujiono dengan film Kota Harapan. (Ismail M)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengunjung