Oleh Ismail Marzuki
Semangat
dan rasa gembira atas acara Penganugrahan Festival Film Anak (FFA) rasanya
masih belum hilang. Masih teringat jelas wajah-wajah ceria para sineas anak
yang menang dan memegang hadiah. Cuplikan film mengiringi para pemenang saat
mereka menuju tempat penyerahan hadiah. Riuh tepuk tangan juga seakan tidak
berhenti saat itu.
Saat
ini, belum lagi lengkap sebulan setelah acara penganugrahan, tanggal 03 Januari
kemarin sebuah pesan singkat masuk. Pesan itu berasal dari pengirim bernama
Camelia, seorang perwakilan British Council Jakarta. Camelia, yang lebih akrab
disapa Kemi merencanakan kunjungannya ke Medan untuk bertemu penanggungjawab
kegiatan FFA. Sesaat itu juga rencana kunjungan itu kami apresiasi dengan baik,
hal ini tentunya dengan harapan Kemi dan British Councilnya mendapatkan
informasi yang jelas.
Setelah
empat hari menunggu rencana kunjungan Kemi, akhirnya kami sampai juga pada hari
Selasa tanggal 8 Januari 2013 sesuai rencana pertemuan. Jam sudah menunjukan
hampir pukul tiga sore, namun Kemi masih juga belum sampai. Penantian itu tidak
begitu lama, setelah sebuah pesan singkat masuk. Dan ternyata benar, itu dari
Kemi. Ia hanya sampaikan mohon maaf karena perjalanannya dari kampus Unimed
akan memakan waktu cukup lama dan mungkin terlambat.
Melihat
pentingnya FFA tetap harus dikampanyekan ke berbagai pihak, akhirnya kami, aku
dan bang Misran menawarkan untuk pertemuannya dijadwalkan ulang pada malam
hari. Tawaran itu bersambut baik dengan Kemi kembali menawarkan pertemuan
informal di Merdeka walk pada pukul
20.00 Wib malam.
Sesampainya
di Merdeka walk, segera ku temui bang
Misran yang sudah menunggu. Ku lihat juga Shadiq, anaknya sedang asik menikmati
salah satu permainan ditemani Ibunya. Pesan singkat Kemi kembali masuk yang
mengarahkan kami masuk ke salah satu tempat di tikungan jalan.
Ternyata
saat itu Kemi tidak sendiri. Ada beberapa laki-laki dan perempuan sebanya duduk
saling berhadapan. Ternyata mereka masih berasal dari Medan, ada yang dari
Da’ai TV, perwakilan majalah remaja, dan perwakilan media radio. Namun mereka
tidak bergabung lama, karena sebelumnya sudah mengadakan pembicaraan dengan
Kemi. Dan merekapun berpamitan pulang terlebih dahulu.
Hanya
tinggal Kemi dan temannya, bernama Elsa, satu tim Kemi di British Council. Setelah
perkenalan singkat dan sedikit bersenda gurau, keduanya membuka buku catatan
kecil. Elsa terlihat dengan santai menanyakan hal-hal seputar FFA kepada bang
Misran, dan tentu jawaban-jawaban bang Misran sangat jelas dan terperinci
diutarakan. Sejarah, maksud dan tujuan, siapa saja yang pernah terlibat,
prestasi perjalanan FFA, minat sineas anak, cakupan wilayah, workshop, proses
administrasi, penjurian sampai pada penganugrahannya disampaikan dengan jelas.
Bang misran menyampaikan juga bahwa sampai pada tahun 2012 sudah ada sebanyak
102 film yang ikut kompetisi FFA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar